Masih Tentangmu
Kisah tentangmu, halaman yang selalu kubuka
Pembatas origami bentuk hati, merah jambu
Seperti penanda-penunjuk, bahwa segala tentangmu selalu manis untuk dikecap-disesap
Kubaui lagi lembar kertasnya yang kian retas
Aroma anyir menyibak-menyeruak
Sekejap ingatan melesat: pernah aku begitu berdarah merinduimu
Ah, kala itu…
Saat cinta masih tentang pelangi dan tarian kupu-kupu
Picisan!
Jemari tak henti menyentuh tiap kata yang tecetak di sana- di halaman yang sama
Ada rasa getir mencintaimu
Seperti sayatan-sayatan luka yang dalam
Seperti teriakan kekecewaan yang tertahan
Seperti keangkuhan yang meledak-ledak
Namun tak kutemui penyesalan
Bukan perkara menghapus cerita atau memulai yang baru
Sebab itu aku memilih melanjutkan
Ini masih tentangmu, masih di halaman yang sama